Selamat Datang di Toko Shafiyya

[Pasar jepang]Ada Diskon+Ongkos kirim Gratiss = Lebih murah dari harga di Indonesia(お得ですよ!)

Posted by tokoshafiyya pada Maret 12, 2009

Bazaar Akhir Musim Toko Shafiyya-Japan

Tersedia Gamis Rabbani,atasan Archie,rok dan kemeja batik wanita–>Stok sangat terbatas

Keterangan lebih jelasnya silakan klik blog Toko shafiyya di Link ini

Hubungi kami di Y!M gats_akira

Email toko_shafiyya@ yahoo.com

Buruan sebelum keburu SOLD OUT:D

Motto kami:yang penting Sama-sama seneng:)

Posted in Gamis Muslimah, Info | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Resensi Buku Sandiwara Langit

Posted by tokoshafiyya pada Januari 7, 2009

Resensi buku:

Judul Buku : Sandiwara Langit

Tebal Buku: 200 halaman

Penulis: Al Ustadz Abu Umar Basyier

Penerbit: Shofa Media Publika

Resensi Sederhana menurut musafir kecil

Saya akan mulai dengan pengantar dari penerbit yang bagi saya cukup mewakili untuk menggambarkan buku ini, dan berikutnya akan saya tuliskan beberapa sinopsis singkat dari paragraf-paragraf penting yang terdapat dalam bab-bab buku ini.

Adalah Rizqaan, tokoh utama dalam buku ini, salah satu contoh, dari segelintir umat manusia yang secara apik dianugerahi kekuatan dalam menjalani semua takdirnya, yang teramat berat dan sakit menyayat, namun begit penuh hikmah na harum dan indah memikat.

“Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperolah kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut istrinya.” (Riwayat Ahmad dan Abu dawud)

Ia adalah pemuda shalih, yang berjuang keras menyelamatkan diri dari fitnah membujang, dengan segera menikah dengan segala keterbatasan yang ada. Modal belum ada, pekerjaan pun tak punya. Dan Halimah pemudi yang juga shalihah, putri pak rozaq, seorang pengusaha kaya raya menjadi pilhannya. Meski dari keluarga apa adanya, sebagai muslim idealis, ia tak gentar menemui keluarga Halimah, untuk maju meminang. Terkesan nekat, tetapi begitulah, selama itu adalah kebenaran yang diyakin, pantang bagi rizqaan untuk bersurut langkah.

Keunikan kisah ini, dimulai ketika pak rozaq mau menikahkan mereka, namun dengan satu syarat. Bila dalam sepuluh tahu ia tidak bisa “sukses” (baca: kaya raya menurut barometernya) dan “membahagiakan” Halimah, maka ia harus menceraikannya.

Ah, hidup memang benar-benar penuh hal tak terduga, yang kadang begitu sulit dipercaya. Yang tak jarang memaksa kita untuk menerima realita, bahwa itu memang benar terjadi adanya. Selama sepuluh tahun itu, mereka makin menemukan cinta sejati, cinta hanya karena dan kepada Allah semata. Makin kuat, mengakar dan menghebat, lebih dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya. Mengokohkan jiwa mereka dan menhadapi segala badai yang menerpa, dari kematian ayah Rizqaan dala kebakaran pabrik, yang juga membangkrutkan usahanya, hingga berujung pada perceraian yang dipaksakan, demi menepati perjanjian. Atau kisah kematian Halimah yang begitu dramatis, sampai kebesaran hati Rizqaan memaafkan ‘dalang’ penyebab kebakaran sekaligus kematian ayahnya.

Yang istimewa, cerita yang tersaji dalam buku ini, adalah pemaparan kembali dari kisah nyata yang-insyaAllah- benar-benar terjadi, untuk bersama kita petik hikmahnya. Makin memikat, saat penyusun kisah, Ustadz kami Abu Umar Basyier Al-maedany, juga menyisipkan dalil-dalil Al Qur’an dan Assunnah untuk makin memperkuat bahasan.

Sangat berbeda dengan buku “sejenis” yang terlanjur meracuni umat, dengan kisah fiktif, sandiwara atau satra penuh rekayasa. “Racun” tersebut semakin kabur dan sulit dikenali, dengan pelabelan Islami yang sangat dipaksakan, entah itu pada novel maupun cerpen murahan dan kawan-kawannya. Bagaimanapun, secara umum Islam tidak pernah mengajarkan dusta untuk mencapai –semulia apapun- tujuannya.

Sinopsis singkat (bagian warna adalah kutipan dari buku)

Pria Muda yang ingin menikah

“Begini ustadz. Usia saya sekarang baru 18 tahun. Namun terus terang, saya sudah ingin sekali menikah. Saya khawatir terjebak dalam perzinaan, bila saya harus menunda menikah lebih lama lagi.” Tanpa sungkan pemuda itu menceritakan keinginannya. Cerita itu sendiri sejatinya sudah memuat pertanyaan. Namun saya ingin tahu lebih jauh. Saya biarkan dia terus bercerita.

“Saya sadar, saya masih terlalu hijau untuk menikah. Tapi saya lebih sadar, bahwa tanpa menikah, saat ini saya merasa tidak kuat menahan godaan syahwat. Saya telaten puasa dawud satu tahun ini, untuk menjalankan sunnah Rasul. Gejolak itu memang teredam sebagiannya. Namun yang masih tersisa begitu kuat. Dan saya merasa tersiksa. Apa saya sudah layak menikah ustadz?”

Berikutnya terjadi tanya jawab antara pemuda tersebut dan sang ustadz, seputar pernikahan, kondisi pemuda tersebut yang memang belum mapan, dan tidak mempunyai pekerjaan, dan kemauan dari calon mertuanya untuk menikahkan putrinya dengan pemuda yang sudah mapan. Sang ustadz pun menyarankan agar pemuda tersebut memusyawarahkan hal tersebut dengan orang tua sang calon.

Kesepakatan atau perjudian?

“Calon mertua saya itu ternyata orang yang berpendirian kuat, tapi ambisius. Ia bersedia menikahkan saya dengan putrinya, tapi dengan sebuah tantangan.”

“Tantangan”

“Ya. Ia menantang saya, dengan justru tidak akan membantu kami, bila kami menikah. Ia memang bukan konglomerat ustadz, tapi hidupnya sangat berkecukupan. Setidaknya ia bisa membantu kami bila suatu saat kami hidup kesusahan. Dan ia sesungguhnya tak ingin putrinya hidup serba kekurangan sepanjang hayat. Tapi bila sudah berkeluarga, ia ingin putrinya tidak lagi bergantung kepadanya. Ia menantang bahwa dalam sepuluh tahun saya harus dapat memberi penghidupan yang layak buat putrinya. Kami sudah harus memiliki kehidupan yang berkecukupan. Bila tidak, ia meminta saya menceraikannya. Dan uniknya ia meminta hal itu diucapkan saat akad nikah, sebagai syarat”

Pemuda dan sang ustadz kemudian berdialog tentang hukum adanya syarat seperti itu.

Sosok kedua tokoh utama (dalam 2 bab)

Pada bab berikutnya, digambarkan latar belakang kehidupan pemuda shalih bernama Rizqaan ini dan juga pemudi shalihah bernama Halimah, yang nampaknya mempunyai beberapa kesamaan dan idealisme yang membuat mereka cocok satu sama lain. Rizqaan adalah seorang penuntut ilmu yang gigih yang langka dimana dikala kalangan pemuda yang lainnya larut dalam kehidupan dunia muda dengan beragam fenomenanya. Halimah adalah sosok muslimah yang teguh menjalani fitrahnya menjadi seorang muslimah kaffah dilingkungan keluarga yang jauh dari nilai agama.

Lembar-lembar kehidupan (dalam beberapa bab)

Dan bab-bab selanjutnya adalah torehan tinta dari perjalanan panjang dan melelahkan dari babak-babak kehidupan dua orang muda-mudi dalam mengayuh dayung sebuah biduk kecil bernama rumah tangga yang mereka bangun dengan dasar ketaqwaan kepada Rabb mereka. Bermacam ujian dan cobaan yang digambarkan, namun senantiasa dihadapi oleh mereka dengan suatu sikap yang sudah selayaknya dimiliki oleh seorang muslim. Juga sampai pada masa-masa cobaan yang mereka sudah bukan dalam bentuk kesulitan namun justru suatu nikmat yang bisa saja menjerumuskan mereka ke jurang kenistaan.

Rizqaan memulai perjuangannya memberi nafkah kepada istrinya dengan mencoba berdagang menjajakan roti dari suatu pabrik dari sedikit modal yang dimilikinya. Kedua insan ini memulai hidup dalam keprihatinan, namun mereka tetap sabar dan yakin akan ketentuan yang diberikan Allah kepada mereka. Dari mulai diceritakan saat-saat mereka hanya makan nasi putih dengan garam dan bawang goreng, dan bermacam cobaan lainnya. Berkat kegigihan dan kejujuran Rizqaan dalam berdagang, juga kesabaran Halimah istrinya untuk menerima keadaan mereka dan keuletannya me-manage keuangan rumah tangga. Pelan tapi pasti kehidupan keduanya berangsur membaik. Rizqaan menjadi penjual roti keliling yang sukses, berkat kejujurannya dan teguhnya memegang prinsip agamanya untuk tidak berdekatan dengan segala hal yang berbau haram maupun syubhat yang melingkupi bidang pekerjaannya. Rizqaan adalah tipe pekerja keras, namun ia bukanlah hamba dunia. Ia bekerja keras untuk mendapatkan dunia, namun ia berniat menundukkan dunia itu agar menjadi ladang akhirat baginya. Kehidupan ruhaninya yang dulu pun tak menjadi rusak dikarenakan kesibukannya mencari harta, bahkan Rizqaan yang hanya lulusan SMA ini telah menjelma menjadi sosok yang layak menyandang gelar Al-Ustadz.

Kebahagiaan keduanya lengkap tatkala mereka mendapatkan keturunan dari Allah Ta’ala. Bisnis Rizqaan semakin maju, hingga kini Rizqaan sudah bukan lagi penjaja roti keliling tapi sudah menjadi seorang pengusaha roti yang mempekerjakan beberapa karyawan. Omzetnya pun bukan lagi puluhan ribu seperti ketika awal-awal ia merintis usahanya, namun sudah menjadi puluhan juta. Kerikil-kerikil tajam sudah barang tentu menjadi selingan dalam kehidupannya.

Gemuruh prahara

Pada bulan keenam tahun kesepuluh pernikahan mereka adalh puncak kebahagiaan yang mereka rasakan, tidak ada lagi kesusahan dalam hidup mereka. Rizqaan sudah menjadi seorang pengusaha sukses. Rumah mereka bukanlah rumah petak kontrakan ala kadarnya, namun sudah menjadi rumah mewah dengan pabrik roti di belakangnya. Akhirnya memasuki bulan kesebelas kehidupan yang mereka jalani terasa begitu lambat ketika mereka berusaha untuk mempertahankan kehidupan mereka dan menunggu hingga saat tiba bagi Rizqaan untuk membuktikan janjinya kepada mertuanya. Hingga suatu malam tiba, dimana malam itu pada bulan kedua belas dan hari “H” tinggal hanya dua hari lagi terjadi musibah besar yang memporak-porandakan kehidupan yang selama ini mereka bagun dengan susah payah. Kebakaran melanda pabrik dan rumah mereka, hingga menjadikan ayah Rizqaan meninggal dunia. Belakangan di akhir cerita diceritakan, bahwa kebakaran tersebut merupakan ulah dari saudara jahat Halimah yang bernama Asyraf agar ayahnya memenangkan perjanjian dan Halimah menikah dengan lelaki lain yang lebih kaya.

Badai Susulan

Baru beberapa dua hari berselang dari musibah kebakaran tersebut, musibah lain datang menyapa. Hari itu adalah hari final dari perjanjian yang diucapkan Rizqaan saat akad nikah sepuluh tahun yang lalu. Sang mertua (Bapak Halimah) dengan kejamnya menagih janji dari Rizqaan dan menyatakan bahwa Rizqaan tidak dapat memenuhi janjinya, karena saat ini Rizqaan telah menjadi seorang yang bangkrut. Akhirnya dalam pergulatan batin yang hebat sebagai seorang muslim dan muslimah yang menaati Allah dan Rasulnya. Mau tak mau mereka harus menepati janji mereka.

“Halimah istriku……..” ujar Rizqaan, dengan napas tercekat.

“Ya, abuya. Kakanda. Suamiku.” Balas Halimah, tak kalah pedihnya.

“Dihadapan Allah. Atas Dasar ketaatan kita kepada-Nya. Dengan harapan Allah akan memperjumpakan kita di Surga kelak dalam sejuta keindahan yang melebihi segala yang pernah kita rasakan berdua. Atas dasar cinta kasih kita yang suci. Atas dasar kepedihan hati yang mendalam, yang hanya Allah yang mengatahuinya: SAYA MENALAQMU ADINDA.”

Meski tabah, tapi mau tidak mau tangisan Halimah meledak, tak terbendung lagi. Ia menagis terisak-isak. Ia tak pernah membayangkan, bahwa kesetiaannya kepada suami akan berujung pada kepedihan seperti ini. Ya Allah Ya Rabbi. Kami yakin, berkah sesungguhnya adalah pada cinta-Mu kepada kami. Kami merindukan cinta-Mu. Hati Rizqaan dan Halimah berbisik lirih.

Lembaran-lembaran baru kehidupan Rizqaan, Halimah dan Nabhaan anak mereka

Pada bab-bab selanjutnya dikisahkan bagaimana Rizqaan merintis kembali usahanya yang telah hancur dengan sekuat tenaga dan ketabahannya menghadapi cobaan. Juga dikisahkan bagaimana kehidupan Halimah selanjutnya selepas menyandang predikat sebagai seorang janda yang sangat tidak dia harapkan. Tak lupa bagaimana rintihan putra mereka Nabhaan yang saat itu berusia delapan tahun ketika menanyakan kenapa kehidupannya tidak bisa bahagia seperti dulu lagi. Sampai pada suatu saat, ketika ada seorang duda kaya raya anak seorang pejabat yang mengutarakan keinginan untuk menikahi Halimah. Dikisahkan inilah sebab mengapa Asyraf, abang Halimah, melakukan perbuatan keji merusak kehidupan rumah tangga Rizqaan dan Halimah. Namun entah apa yang dibicarakan oleh Halimah, duda tersebut dan ayahnya, ketika mereka berniat melamar Halimah, sehingga menjadikan mererka mengurungkan niat untuk melamarnya. Saat diceraikan oleh Rizqaan, halimah sedang mengandung anak kedua mereka, dan saat menjadi janda kondisi kesehatan Halimah menjadi memburuk dan ternya Halimah telah divonis menderita leukimia (kanker darah) dengan diagnosa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Hari-hari berlalu sampai suatu ketika Ayah Halimah menyadari bahwa Halimah tidak akan bisa menikah dengan lelaki lain selain Rizqaan.

Ending yang mengharukan

Suatu ketika Halimah dan kedua orang tuanya berkunjung ke rumah Rizqaan yang kini telah mapan kembali.

**************************************

“Kami datang, untuk sebuah keperluan yang mungkin tak pernah kamu duga ananda. Setelah perdebatan panjang, dan banyak kisah-kisah di sekitarnya, kami berniat, akan menikahkanmu kembali dengan putri kami, Halimah…..”

“A….pa…? menikahkanku kembali dengan Halimah” Rizqaan tergagap. Ia tak mampu berbicara. Ada kelebatan sinar menyapu otaknya. Sehingga ia nyaris hanya bisa terpaku karena kegembiraan yang tidak terkira.

*************************************

“Abuya….”

“Maaf, aku belum menjadi suamimu lagi….” sela Rizqaan

“Izinkan aku tetap memanggilmu Abuya. Aku tak terbiasa dengan panggilan lain.”

“Baiklah. Ada apa Adinda?”

“Abuya. Apakah abuya siap menikahiku lagi?”

“Adinda Halimah, kenapa aku tidak siap? Dari dulu aku tak pernah berniat menceraikanmu. Aku senantiasa mencintaimu. Hanya karena kita bukan suami istri lagi, aku selalu menindih rasa cintaku itu sekuat mungkin. Tapi bila diberi kesempatan menikahimu lagi, aku tak mungkin menolak.”

“Meskipun misalnya aku memiliki kekurangan yang tidak kumiliki sebelumnya?”

“Kekurangan apa Adinda?”

“Jawab dulu pertanyaanku.”

“Ya. Aku akan menikahimu dengan segala kekuranganmu yang ada. Selama itu bukanlah cacat dalam agamamu yang tidak dapat diperbaiki.” Ujar Rizqaan tegas.

“Abuya. Aku ingin Abuya menikahiku. Karena aku ingin mati dalam keridhaan seorang suami shalih…..” Halimah berhenti sejenak. Ada keharuan yang membuatnya tercekat, sehingga sulit bicara.

“Abuya bisa segera menikahiku. Tapi aku tak tahu, apakah keinginan itu akan tetap ada, setelah Abuya mengetahui kekuranganku sekarang. Abuya, aku baru saja satu minggu yang lalu melakukan check up. Dan aku terbukti mengidap leukimia…” sampai disitu, Halimah terisak. Ia tak mapu melanjutkan bicaranya.

Rizqaan merasa tersentak. Tapi demi Allah, ia tak sedikit pun merasa sedih. Kegembiraan bisa kembali bersama istrinya, tak bisa terkalahkan oleh kesedihan atas kondisi Halimah tersebut.

“Dokter mengklain bahwa usiaku tak akan lebih dari 3-4 bulan saja….” kembali Halimah menangis.

“Aku tidak peduli. Umur ada di tangan Allah. Manusia hanya mapu mengira-ngira. Nyawaku, bisa saja lebih dahulu terenggut daripada nyawamu. Aku akan segera menikahimu. Biarlah Allah yang menentukan akhir perjalanan hidup kita. Bagiku, hidup atau mati bersamamu, dalam “kecintaan” Allah adalah sebuah kenyataan yang paling penuh berkah”. Rizqaan berbicara dengan kayakinan kokoh membelit jiwanya.

*******************************************

Rizqaan dan Halimah kembali hidup berbahagia. Mereka kembali mengulang masa-masa penuh keceriaan di antara mereka. Satu bulan kemudian, anak mereka yang kedua lahir. Ia seorang bayi perempuan yang cantik. Mirip ibunya, Halimah. Bayi itu dilahirkan dengan cara normal. Bayi maupun ibunya sama-sama selamat.

*******************************************

Kebahagiaan mereka berlanjut, sampai suatu ketika datang berita bahwa abang Halimah, Asyraf menjadi buronan polisi dikarenakan kasus narkoba, dan juga berita tentang dalang penyebab kebakaran yang menewaskan ayah Rizqaan. Karuan berita itu membuat kegembiraan mereka semua hilang. Ayah Halimah yang kini menjelma menjadi orang baik hati marah besar kepada anaknya tersebut. Dan Halimah seketika jatuh pingsan dan sakit.

******************************************

Sore menjelang Maghrib, Halimah terbangun. Disampingnya duduk Rizqaan. Sementara di depannya, Ayah dan ibunya duduk diatas kursi plastik. Mereka semua cemas menantikan kesadarannya. Seorang dokter perempuan –yang sengaja diundang ke rumah- mendekatinya. Memeriksa nadinya, lalu memberikan suntikan di bagian lengannya.

“A…..Abuya….” Halimah berkata lirih.

“Aku disini Adinda”

“Alhamdulillah. Apakah sudah maghrib? “tanya Halimah.

“Belum. Masih kira-kira sepuluh menit lagi.”

“Abuya…”sapa Halimah pelan.

“Ada apa Adinda.”

“Apakah Abuya masih mencintaiku?”

“Tentu Adinda. Aku selalu mencintaimu karena Allah.”

“Aku juga mencintaimu karena Allah, Abuya.” Halimah diam sejenak lalu ia bertanya lirih.

“Apakah engkau akan tetap bersabar atas segala yang menimpa kita, Abuya?”

“Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar, Adinda….”

“Abuya. Jawablah pertanyaanku.”

“Ya. Apa Adinda?”

“Apakah engkau meridhaiku sebagai Istri?”

“Sudah tentu Adinda. Suami mana pun akan meridhai istri seshaliha dirimu. Setaat dirimu. Sepatuh dirimu. Kamu bukanlah wanita yang tak memiliki kekurangan atau kesalahan. Tapi dengan keshalihanmu, ketaatanmu, kepatuhanmu, aku senantiasa ridha terhadapmu…..”

“Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shaalihaat. Aku ingin termasuk di antara wanita yang disebutkan dalam Hadits.”

“Bagaimana itu Adinda?”

أًَيُّمَا امْرَ أًَ ة مَا تَتْ وَ زَ جُهَا عَنْهَا رَا ض د خَلَت الْجَنَّهَ

“Wanita mana pun yang meninggal dunia sementara suaminya ridha kepadanya, ia pasti masuk surga.”

Halimah mengucapkan Hadits itu sedemikian fasihnya. Arab, berikut terjemahannya.

“Semua wanita shalihah, mengidamkan hal itu Adinda, dengan izin Allah, Adinda akan termasuk di dalamnya.”

“Allahumma amien. Abuya, sekarang aku puas. Apaun yang terjadi atas diriku, kini aku sudah kembali menjadi istrimu. Aku telah berdo’a setiap malam, agar aku bisa berdampingan dengan suami yang shalih. Sehingga kalaupun mati, aku akan mati dengan keridhaan Allah kemudian dengan keridhaan suamiku…..” Halimah berhenti sejenak.

“Abuya, betapa indahnya bila Allah betul-betul mencintai kita. Aku ingin dengan cinta-Nya, kita berdua menuai bahagia seutuhnya. Kebahagiaan yang bukan Cuma di dunia, tapi juga di akhirat.”

Halimah menghela nafasnya yang terasa begitu berat.

“Abuya bila aku sudah tiada, berjanjilah untuk senantiasa berjalan di atas ajaran Allah. Didiklah anak kita, dan berbaktilah kepada orang tua….”

“Jangan berkata begitu Adinda….” Rizqaan menyela.

Halimah memberikan isyarat dengan tangannya, agar Rizqaan tidak bertanya apa-apa.

“Berjanjilah Abuya…..”

“Aku berjanji Adinda. Tanpa berjanji pun, ketaatan kepada Allah adalah janji seluruh manusia saat mereka berada dalam perut ibu mereka….” ujar Rizqaan.

“Alhamdulillah…….”

“Abuya….tabir itu mulai terbuka…..Aku mencintaimu, Abuya. Abuya tak perlu meragukan cintaku. Tapi aku lebih merindukan Allah. Bila ini kesempatanku bersua dengan-Nya. Aku tidak akan menyia-nyiakannya sedikit pun…….”

“Adinda….”

“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”

“Adinda….”

“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”

“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”

“Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”

Suara tahlil itu semakin lembut dan syahdu dari mulut Halimah. Terus menerus. Semakin lama, semakin lemah. Namun semakin syahdu. Sampai akhirnya suara terakhir terdengar, masih sama, “Laa ilaaaha illallah…muhammadurrasulullah……”

Usai berakhirnya suara itu, nafas Halimah terhenti. Di tengah keheningan kamar di rumah mereka, yang masih tercium bau catnya. Karena belum lama dibangun Halimah mengehembuskan nafas terakhirnya. Sang ibu menjerit. Sang bapak menangis. Rizqaan juga tak kuasa menahan air matanya yang tiba-tiba mengalir deras. Pernikahannya dengan Halimah yang merupakan masa kembalinya kebahagiaannya yang beberapa saat nyaris lenyap, kini nyaris terenggut kembali. Tapi kepergian Halimah dengan kondisi yang menyemburatkan aurat Surga, membuat hatinya terasa nyaman. Ia bersedih, tapi juga berbangga dengan istrinya. Kesedihannya pupus perlahan karena rasa bangga bercampur rasa iri yang menyejukkan jiwanya. Betapa berbahagia Halimah.

Tak lama kemudian, adzan maghrib terdengar. Mereka mendengarkannya dengan khusyu’. Saat lantunan adzan berhenti, Ayah Halimah mendekati Rizqaan. Ia manatap menantunya yang sekian lama ia kecewakan. Sekian lama ia perangkap dalam kesukaran dan penderitaan. Pria yang –dengan seizin Allah- telah mengubah wujud putrinya, sehingga menjelma menjadi wanita shalihah begitu setia pada kebenaran. Ia menatap pemuda itu. Air matanya menetes tak terbendung. Penyesalan membuncah sehingga nyaris membakar otak. Ia nyaris bisu dalam suasana hati yang kuyup penyesalan.

“Duhai, seandainya aku masih memilki putri yang lain. Pasti aku akan menikahkannya denganmu, ananda.” Ujar ayah Halimah kepada Rizqaan.

“Halimah sudah cukup bagiku pak. Nikahkanlah aku kembali dengan putrimu itu pak.”

“Aku sudah melakukannya dua kali ananda…..”

“Cobalah untuk yang ketiga kalinya pak…”ujar Rizqaan lirih.

“Itu bukan lagi hakku ananda. Biarlah Allah yang akan menikahkanmu dengannya di Surga kelak. Relakanlah kepergiannya saat ini. Semua kita toh pasti akan mati juga. Gapailah Surga dengan amal ibadahmu. Dengan ketulusan hatimu. Hanya dengan itu Allah akan berkenan mempertemukanmu kembali dengannya…..”

Rizqaan tersenyum.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

وَادْخُلِي جَنَّتِي

Hai jiwa yang tenang

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

masuklah ke dalam syurga-Ku.

****************************************

Buku ini saya baca ba’da zhuhur dan selesai menamatkan lembar demi lembar halaman penuh hikmahnya selepas ashar. Sungguh saya berarti telah membohongi diri sendiri bila tidak menitikkan air mata terhanyut dalam episode perjalanan kehidupan anak manusia yang subhanallah sangat layak dijadikan bahan pelajaran ini.

Wahai saudara-saudariku seiman, saya tidak akan mengingkari bahwa novel, cerpen, dan cerita berlabel Islami lainnya dapat diambil hikmahnya. Bahkan menurut kalian hal itu bisa dijadikan sarana dakwah kepada orang-orang yang belum mengenal Islam dengan sekelumit kaidah-kaidah syar’iyah di dalamnya. Tidak wahai saudara-saudariku, saya juga pernah terlarut di dalam menikmati beragam karya sastra tersebut, bahkan dari pengarang kafir dan atheis sekalipun saya pernah menikmatinya. Tetapi sekali lagi, tujuan tidaklah menghalalkan cara, dan kebaikan tidak akan diperoleh dengan jalan yang bathil. Maafkan saya, dalam hal ini saya tidak sependapat dengan kalian, karena hal ini telah jelas seperti layaknya sinar mentari yang terang benderang yang menerangi suatu jalan yang lurus.

Resensi selesai dibuat selepas Isya’ 22 Rajab 1429 H

Blog reference: http://kaspo.wordpress.com/2008/07/26/sandiwara-langit/

Untuk Pemesanan silakan kontak kami:

@Untuk wilayah Jepang email ke toko_shafiyya@yahoo.com atau Y!M gats_akira Y!M abu_fauzi_altoari Y!M henry_alfitrah

@Untuk wilayah Indonesia email ke gats_akira@yahoo.com atau Y!M gats_akira

Posted in Resensi buku | Dengan kaitkata: , | 3 Comments »

LEBARAN BIG SALE!!Ongkos kirim GRATIS!!Anda TIDAK puas,Barang BOLEH DIKEMBALIKAN,Uang kembali 100%!!Ongkos Kirim Pengembalian juga GRATISS!!

Posted by tokoshafiyya pada September 28, 2008

Keterangan:

  1. JILBAB RABBANI harga 1000 yen=800 yen,ONGKOS KIRIM GRATIS untuk pembelian 3 buah lebih.Untuk produknya SILAKAN KUNJUNGI Webblog TOKO SHAFIYYA di sini!!
  2. GAMIS RABBANI harga 4000 yen=3200 yen,ONGKOS KIRIM GRATISS!!Yang beli 2 HARI semenjak iklan ini terbit akan DAPAT DISKON LAGI 10%.Untuk produknya SIlakan kunjungi Webblog TOKO SHAFIYYA di sini!!
  3. KEMEJA ATASAN+ROK+BATIK WANITA Sale GEDE!! klik di sini

Penawaran ISTIMEWA ini tidak datang dua kali,Anda beli silakan Bandingkan kualitasnya!!

Hubungi kami di:

Email:toko_shafiyya[at]yahoo.com

Gagat sukmono

Y!M:gats_akira

Untuk akhwat silakan hubungi di nomer 090-8075-5700(Softbank-Roza)

Persediaan Terbatas,Segera!!

`Menambah keindahan penampilan di hari idul fitri yang penuh suka cita`

Posted in Gamis Muslimah, Info, Jilbab | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Kitab Fiqh Sunnah

Posted by tokoshafiyya pada Juli 2, 2008

Kitab Fiqh Sunnah, Sebuah kitab fiqh lengkap yang di tulis oleh Syekh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim. Sang Penulis telah mengumpulkan berbagai dalil dari Al Qur’an, As Sunnah, Atsar Shohabat, Tabiin, Tabiut Tabiin dan pendapat para ulama tentang berbagai masalah hukum Islam lalu merangkum berbagai kesepakatan dan perbedaan pendapat ulama, selanjutnya  memilih pendapat yang dipandang paling rajih (kuat) disertai seperangkat argumen. Dengan Nama Asli “Shahih Fiqh Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhih Madzahib al-A’immah” ini merupakan kitab fiqh yang pantas di sebut dengan Ensiklopedia Fiqh Islam karena didalamnya terangkum lengkap masalah masalah fiqh yang kita jalani sehari hari selaku seorang Muslim. Kitab yang terdiri dari 4 jilid ini membahas mulai dari berpakaian, pernikahan, perceraian sampai kepada permasalahan warisan dan lain sebagainya.  Kitab ini sangat bermanfaat bagi mereka yang tidak ingin kesehari hariannya berlalu tanpa Ilmu. Karena masalah fiqh adalah masalah yang tak akan pernah lepas dari diri manusia selama napas masih berhembus.

Kali ini toko shafiyya menawarkan “Paket Kitab Fiqh Sunnah” kepada seluruh kaum muslimin yang ingin mendalami dan mengetahui permasalahan fiqh dalam Islam. Paket ini juga bisa di jadikan sebagai hadiah buat Keluarga Tercinta….

Dapatkan segera Paket Kitab Fiqh Sunnah dengan menghubungi email ke toko_shafiyya@yahoo.com

Posted in Kitab Kitab Ulama | Leave a Comment »

Site toko khusus di Jepang

Posted by tokoshafiyya pada Juni 19, 2008

Assalamualaykum…

Khusus untuk anda yang berada di Jepang,kami melaunching blog khusus di Jepang.

Silahkan kunjungi kami di :

www.tokoshafiyyajapan.multiply.com

jangan lewatkan dan kehabisan stock…

Posted in Info | Leave a Comment »

Gamis daewoo

Posted by tokoshafiyya pada Juni 16, 2008


Ukuran S,M

Posted in Gamis Muslimah | Leave a Comment »

Stock Terbaru di Jepang…

Posted by tokoshafiyya pada Juni 11, 2008

Ingin Baju Atasan yang Berdesain Bagus……

Ingin Baju Atasan yang Cocok Buat Muslimah

Ingin Baju Atasan yang Nyaman Dipakai

Ingin Baju Atasan yang Pas Buat Sehari hari

Ingin Koleksi Baju Atasan terbaru Toko Shafiyya……………Segera Kirimkan email ke toko_shafiyya@yahoo.com

Posted in Baju Muslimah | Dengan kaitkata: , | 3 Comments »

Buku-buku Yang Direkomendasikan Imam al-Albani

Posted by tokoshafiyya pada Mei 21, 2008

Al-Muhaddits Al-‘Allamah Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rohimahullohu Ta’ala berkata :

Aku nasehatkan kepada setiap penuntut ilmu syar’i yang masih pemula, agar membaca buku Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq dalam bidang fiqh, dengan dibantu membaca sebagian referensi fiqh lainnya, semisal Subulus Salam (karya ash-Shon’ani, pent.). Akan lebih baik lagi dan lebih mantap apabila disertai dengan menelaah buku Tamamul Minnah (karya Syaikh al-Albani yang mengoreksi buku Fiqhus Sunnah, pent.), demikian pula aku menganjurkan untuk membaca buku ar-Roudhotun Nadiyyah (karya Shiddiq Hasan Khon, pent.).

Dalam bidang tafsir, hendaklah ia membiasakan diri dengan membaca buku Tafsir al-Qur`an al-Azhim karya al-Hafizh Ibnu Katsir, meskipun pada beberapa pembahasannya sangat panjang, namun buku ini adalah buku tafsir yang paling shahih di zaman ini.

Adapun buku yang berkaitan dengan peringatan dan anjuran untuk melunakkan hati, maka hendaklah ia membaca buku Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi. Sedangkan dalam bidang aqidah, hendaklah ia membaca buku Syarh ‘Aqidah ath-Thohawiyah karya Ibnu Abil Izz al-Hanafi yang dibantu dengan komentar dan catatan kaki serta catatan-catatan dariku.

Kemudian, hendaklah ia membiasakan diri dengan mempelajari karya-karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya, Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahumallohu secara umum. Karena aku percaya bahwa mereka berdua termasuk jajaran ulama kaum muslimin yang langka yang telah meniti manhaj as-Salaf ash-Shalih disertai dengan ketakwaan dan keshalihan, sedangkan kami tidak mensucikan seorang pun di hadapan Alloh Azza wa Jalla.”

[Dinukil dari Muhadditsul ‘Ashri Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullohu karya Syaikh Samir bin Amin az-Zuhairi, hal. 73.]
copypaste dari abusalma.wordpress.com

Posted in Kitab Kitab Ulama | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Tafsir Ibnu Katsir

Posted by tokoshafiyya pada April 28, 2008

Sebuah karya besar ulama yang sudah terkenal dikalangan kaum muslimin adalah Tafsir Ibnu Katsir. Tafsir ini di tulis oleh seorang ulama yang utama dengan keilmuannya di bidang tafsir yaitu

Al-Hafizh ‘Imaduddin Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir.

Tafsir Ibnu Katsir merupakan karya beliau yang di tulis dengan sangat teliti dan lengkap dengan hadits hadits dan riwayat riwayat yang cukup terkenal dalam ilmu tafsir.

Tafsir Ibnu Katsir telah menjadi rujukan para Ahli Ilmu dan rujukan para ulama ulama kibar. Oleh karena itu sudah selayaknya bagi kita umat muslim menjadikan Tafsir Ibnu Katsir sebagai rujukan.

Tentunya sangat memudahkan bagi kaum muslimin yang sedang menuntut ilmu dan yang sedang mencari rujukan yang benar dengan adanya Tafsir Ibnu Katsir ini.

Kali ini toko shafiyya menawarkan Paket Tafsir Ibnu Katsir yang diterbitkan Pustaka Imam Asy-Syafi’i dengan harga yang pas. Paket Tafsir Ibnu Katsir yang terdiri dari

Tafsir Ibnu Katsir jilid satu sampai jilid delapan ini kami persembahkan kepada mereka yang ingin mempelajari Islam dengan pemahaman Salafusshaleh.

Dapatkan segera paket Tafsir Ibnu Katsir ini dengan mengirimkan email pesanan kepada kami di toko_shafiyya@yahoo.com

Posted in Kitab Kitab Ulama | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Kembali hadir..

Posted by tokoshafiyya pada Maret 27, 2008

shaffiyagif.png

Assalamualaykum warahmatullah wabarakatuh..

Terima kasih atas perhatiannya.Izinkan kami toko shafiyya kembali me-launching blog ini setelah beberapa waktu mengalami perbaikan.Walaupun sekarang masih banyak kekurangan,anda sudah bisa memanfaatkannya.

Silahkan berbelanja via online,dengan mengikuti kriteria seperti yang kami uraikan di bag “Cara belanja online”.atau anda bisa langsung bertanya di komentar blog atau menghubungi kami langsung via telp dan email.

Untuk anda yang sedang berada di Jepang,jangan ketinggalan anda bisa mendapatkan koleksi busana muslim/muslimah terbaru kami,,karna stok terbatas..segera sebelum stok kami habis..

sekian..

Jazakumullah khairan atas perhatiannya.

Assalamualaykum warahmatullah wabarakatuh..

Toko Shafiyya

toko_shafiyya@yahoo.com

telp:090-6543-3228 (softbank)-jepang-

Posted in Info | Leave a Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.